BONE – Arogansi terduga mafia BBM subsidi semakin menjadi-jadi di Kabupaten Bone. Kali ini, inisial “MSK”, yang diduga sebagai sala satu pelaku perdagangan ilegal solar subsidi asal wilayah Mare, secara terang-terangan mengancam dan menunjukkan sikap permusuhan terhadap awak media yang hendak mengonfirmasi dugaan aktivitas gelapnya.
Dalam percakapan Voice Note melalui Whaatsab yang dikirimkan ke awak media saat dikonfirmasi terkait informasih yang beredar, “MSK” menyampaikan langsung pernyataan ke awak media dengan bernada ancaman:
“Terusterang sy tidak suka orang media. karena media itu mau saja na jadikanki sapi perah. Hari ini sudah berapa media yang hubungi saya. Kalau sudah terlalu menindis, maka pergerakan saya lain mi ceritanya.”Ucap MSK kepada Awak media.
Ucapan itu bukan sekadar peringatan halus — melainkan tantangan terbuka terhadap kebebasan pers dan upaya menutup-nutupi dugaan kejahatan ekonomi yang merugikan negara dan rakyat. Nada ancaman itu menunjukkan betapa leluasanya pelaku mafia solar beroperasi tanpa rasa takut, bahkan berani mengintimidasi pihak yang menjalankan fungsi kontrol sosial di masyarakat.
* Inti persoalan:
– “MSK” diduga menjadi aktor penting dalam jaringan pengambilan dan penimbunan solar subsidi di wilayah Mare, Kabupaten Bone.
– Saat dikonfirmasi, alih-alih memberikan klarifikasi, “MSK” justru menunjukkan permusuhan terhadap awak media dan memberikan pernyataan bernada ancaman.
– Kalimat “kalau sudah terlalu menindis, maka pergerakan saya lain mi ceritanya” disinyalir sebagai bentuk ancaman tersirat terhadap keselamatan dan kebebasan jurnalis yang memberitakan kasus tersebut.
– Fenomena ini sejalan dengan maraknya dugaan praktik mafia BBM subsidi di Kabupaten Bone yang disebut-sebut sebagai salah satu daerah yang rawan penyelewengan energi bersubsidi.
– Ancaman terhadap kebebasan pers dan kepentingan publik
Intimidasi terhadap jurnalis bukan sekadar masalah perorangan – ia menyerang hak seluruh rakyat untuk mengetahui kebenaran. Ketika pelaku dugaan kejahatan ekonomi berani mengancam media, maka muncul pertanyaan mendasar: Siapa yang melindunginya? Apakah ada oknum yang memberikan perlindungan sehingga ia merasa berani menantang publik dan penegak hukum?
* Seruan:
Masyarakat, organisasi pers, dan aparat penegak hukum diminta tidak tinggal diam. Ancaman terhadap awak media demi menutupi dugaan penyalahgunaan BBM subsidi harus ditindak tegas. Kebebasan pers adalah pilar demokrasi, dan siapa pun yang berusaha membungkamnya harus dipertanggungjawabkan secara hukum.
“Media bukan musuh. Musuh rakyat adalah pencuri hak rakyat — yang mengambil solar subsidi yang seharusnya milik nelayan, petani, dan rakyat kecil, lalu mengancam siapa pun yang berani mengungkapnya.”
Catatan: Berita ini disusun berdasarkan informasi yang diterima. Masih terbuka bagi pihak yang bersangkutan untuk memberikan klarifikasi. Jika ada klarifikasi, akan dimuat sebagaimana mestinya.
Laporan : Tim Redaksi







